Logout
Apakah anda yakin mau keluar?
MTrading Team • Hari ini

AUDUSD mengabaikan pelemahan Dolar AS di tengah pemangkasan suku bunga oleh RBA dan PBoC serta kehati-hatian pasar

AUDUSD mengabaikan pelemahan Dolar AS di tengah pemangkasan suku bunga oleh RBA dan PBoC serta kehati-hatian pasar

Sentimen trading masih belum pasti, Dolar AS melemah

Situasi risiko masih tidak menentu, dengan sinyal beragam dari kesepakatan perdagangan AS, ketegangan geopolitik yang terus berlangsung di Timur Tengah, serta kekhawatiran yang meningkat terhadap stabilitas Dolar AS akibat kebijakan Trump. Keraguan China bahwa Gedung Putih akan melemahkan kesepakatan perdagangan Jenewa, kemungkinan tidak tercapainya kesepakatan dengan AS dalam pertemuan menteri keuangan G7 pekan ini, serta kebuntuan dalam perundingan gencatan senjata Rusia-Ukraina turut memengaruhi sentimen.

Bank for International Settlements (BIS) memperingatkan bahwa posisi swap FX di luar neraca yang besar berpotensi menekan Dolar AS. Selain itu, Dolar AS juga melemah akibat penurunan peringkat oleh Moody’s, pernyataan Fed yang berhati-hati, ketegangan dagang dengan Jepang dan UE, serta pemangkasan suku bunga oleh People’s Bank of China (PBoC) dan Reserve Bank of Australia (RBA). Kabar tentang kesepakatan dagang UE-Inggris dan upaya Gedung Putih untuk meredakan keraguan terhadap USD sempat mengangkat sentimen pasar. Hal ini turut membuat Wall Street ditutup sedikit menguat dan menguji tekanan jual pada obligasi Treasury, tetapi tidak mampu mencegah penurunan Greenback.

Di tengah kondisi ini, Indeks Dolar AS (DXY) masih tertekan setelah mengawali pekan dengan lemah dan menembus level support bulanan. Sementara itu, mata uang yang sensitif terhadap risiko, seperti dolar Australia, Selandia Baru, dan Kanada, berbalik melemah dan menghapus kenaikan terkini, terutama setelah bank sentral Australia dan China memangkas suku bunga.

Euro (EUR) dan Pound Inggris (GBP) menguat berkat optimisme atas kesepakatan dagang, sementara Yen Jepang (JPY) menguat karena statusnya sebagai aset safe haven. Emas kehilangan momentum pemulihannya, sedangkan minyak mentah kesulitan mempertahankan reli selama dua hari.

EURUSD dan GBPUSD naik seiring pelemahan USD dan optimisme perdagangan, sementara USDJPY mencatat tren turun selama enam hari

Pejabat pembuat kebijakan European Central Bank (ECB), Muller, menekankan perlunya pemangkasan suku bunga secara hati-hati. Sementara itu, kesepakatan dagang Eropa-Inggris dan komentar positif dari pejabat Bank of England (BoE) membantu EURUSD dan GBPUSD menguat. Keduanya mendapat dukungan dari pelemahan Dolar AS dan mencapai level tertinggi dalam lebih dari sepekan.

Sementara itu, kebuntuan dalam perundingan perdagangan AS-Jepang dan ketidakpastian mengenai rencana Bank of Japan (BoJ) untuk mengurangi penerbitan Japanese Government Bond (JGB) tidak mampu menghentikan tren turun USDJPY, yang berlanjut selama enam hari berturut-turut. Yen diuntungkan oleh pelemahan Dolar AS, statusnya sebagai aset safe haven, dan prospek BoJ yang hawkish.

AUDUSD berbalik melemah setelah kenaikan pada awal pekan, dipicu pemangkasan suku bunga RBA dan PBoC serta sentimen yang memburuk

Meski Dolar AS melemah, AUDUSD kesulitan mempertahankan kenaikan dan berbalik melemah setelah naik pada Senin, menyusul pemangkasan suku bunga RBA sebesar 0,25% dan PBoC sebesar 0,10%. Tekanan tambahan datang dari kekhawatiran atas kesepakatan dagang AS-China, ketidakpastian ekonomi global, dan ketidakstabilan politik di Australia setelah koalisi oposisi pecah akibat keluarnya Partai Nationals.

NZDUSD dan USDCAD mengikuti pergerakan dolar Australia di tengah beragam perkembangan

NZDUSD turun dan mengakhiri kenaikan selama dua hari berturut-turut, sementara USDCAD kesulitan melanjutkan penurunannya karena harga minyak mentah terkoreksi, sehingga menekan ekspor utama Kanada. Secara keseluruhan, trader Australia dan Selandia Baru tetap berhati-hati. Selain itu, sikap waspada menjelang rilis data inflasi Kanada turut membebani pergerakan USDCAD baru-baru ini.

Kondisi trading terbaik di industri
Bonus deposit
hingga 200% Bonus deposit 
hingga 200%
Spread
mulai dari 0 pip Spread 
mulai dari 0 pip
Salinan penghargaan
Platform trading Salinan penghargaan
Platform trading
Bergabung sekarang juga

Emas dan minyak mentah kesulitan melanjutkan kenaikan terbaru

Meskipun Dolar AS melemah dan sentimen pasar lesu, Emas dan minyak mentah WTI kesulitan melanjutkan kenaikan terbarunya. Para trader berhati-hati terhadap potensi rebound USD, terutama di tengah gejolak pasar obligasi dan harapan bahwa Washington akan mengamankan lebih banyak kesepakatan dagang. Emas menghadapi tekanan tambahan akibat tantangan terhadap permintaan bullish di China dan India, sementara harga minyak tertekan oleh potensi pencabutan sanksi AS terhadap Rusia dan Iran, serta pemangkasan pasokan OPEC+.

Pergerakan mata uang kripto bervariasi

Bitcoin (BTCUSD) kesulitan menentukan arah setelah pergerakan yang bergejolak. Harganya sempat menyentuh level tertinggi dalam beberapa pekan sebelum ditutup lebih rendah. Sementara itu, Ethereum (ETHUSD) melanjutkan penguatannya dan mencatat kenaikan selama tiga hari berturut-turut. Meski baru-baru ini menghadapi tekanan, trader kripto tetap optimistis terhadap perombakan besar regulasi kripto di AS dan breakout teknikal yang terus menopang aset berisiko ini.

Pergerakan terbaru aset-aset utama

  • Minyak mentah WTI kesulitan melanjutkan tren kenaikan selama dua hari dan bergerak di sekitar $62,00 saat berita ini ditulis.
  • Emas menghadapi tekanan jual yang menghapus pemulihan pada Senin, dengan harga terakhir turun ke $3.210.
  • Indeks USD masih tertekan selama dua hari berturut-turut dan sedikit melemah di sekitar 100,30 saat berita ini ditulis.
  • Wall Street ditutup dengan kenaikan tipis setelah mengalami hari yang bergejolak, tetapi saham Asia-Pasifik bergerak turun. Sementara itu, saham Eropa dan Inggris belum menunjukkan arah yang jelas pada jam-jam awal perdagangan.
  • BTCUSD masih bergerak tidak menentu di sekitar $105.500 setelah melemah sehari sebelumnya, sementara ETHUSD mencatat kenaikan selama tiga hari berturut-turut di sekitar $2.545.

Inflasi Kanada, persediaan minyak mentah API, dan para bankir sentral menjadi sorotan…

Saat perhatian beralih ke pertumbuhan ekonomi, perdagangan, dan perkembangan politik AS, pergerakan pasar akan dipengaruhi oleh PMI global untuk Mei yang dirilis pada Kamis, data inflasi Kanada, data persediaan minyak mingguan AS (API), serta pidato para pejabat ECB, BoE, dan The Fed. Dolar AS mungkin menghentikan penurunan terbarunya, yang berpotensi menekan komoditas dan mata uang Australia serta Selandia Baru. Namun, USDCAD mungkin melanjutkan penurunannya jika inflasi Kanada menantang prospek dovish Bank of Canada (BoC), terutama di tengah optimisme terhadap pemimpin baru, Mark Carney. AUDUSD mungkin turun lebih lanjut, sementara EURUSD dan GBPUSD bisa kehilangan sebagian momentum kenaikannya. Para penjual USDJPY kemungkinan akan tetap menguasai pasar. Minyak mentah bisa melemah lebih lanjut jika persediaan AS kembali meningkat di luar perkiraan.

Prediksi untuk aset unggulan

  • Pergerakan Bullish Diperkirakan: USDCAD
  • Potensi Penurunan Lebih Lanjut: USDJPY, USDCHF
  • Pergerakan sideways diperkirakan: Nasdaq, DJI30, USDCNH, AUDUSD, NZDUSD, GBPUSD, Dolar AS, BTCUSD, ETHUSD
  • Penurunan lambat & bertahap diperkirakan: DAX, FTSE 100, minyak mentah, emas, EURUSD

Semoga keberuntungan menyertai trading Anda!