
Baik pergerakan yang bertahan di bawah garis tren naik yang terbentuk selama 3,5 bulan maupun sinyal bearish MACD dan RSI (14) yang melemah—tetapi belum oversold—menjadi alasan untuk menarik minat bear pada pasangan EURUSD, menjelang rilis angka awal PDB Zona Euro kuartal IV dan CPI AS bulan Januari. Meski begitu, kenaikan terbaru pasangan ini yang menembus level 50-DMA tampaknya menantang para bear. Namun, aksi jual baru pada pasangan ini sebaiknya menunggu penembusan tegas ke bawah support 50-DMA di 1.0700, untuk mengincar retracement Fibonacci 38,2% dari kenaikan November 2022 hingga Februari 2023, di sekitar 1.0530. Setelah itu, level terendah bulanan sebelumnya di sekitar 1.0400 dan level 100-DMA di sekitar 1.0370 dapat menjadi pertahanan terakhir bagi para bear.
Sebagai alternatif, puncak pada akhir 2022 di sekitar 1.0740 dan garis yang berubah dari support menjadi resistance sejak November, di dekat 1.0950, dapat menguji para pembeli EURUSD jika data mendukung euro dan melemahkan dolar AS. Perlu diperhatikan bahwa angka bulat 1.1000 dan level tertinggi bulan ini di 1.1033 kemungkinan akan menjadi hambatan tambahan bagi kenaikan pasangan ini setelah menembus 1.0950.
Secara keseluruhan, EURUSD masuk dalam radar para trader bearish saat trader menantikan katalis penting. Namun, perlu diperhatikan bahwa volatilitas di sekitar jadwal rilis data kemungkinan akan tinggi. Karena itu, trader sebaiknya menunggu hingga pasar stabil setelah data dirilis sebelum membuka posisi besar.