
Pasar keuangan masih gelisah pada Kamis setelah pergerakan yang bergejolak pada Rabu, sementara trader menantikan data ketenagakerjaan utama AS menyusul komentar hawkish dari Ketua Fed Jerome Powell dan sinyal ekonomi AS yang beragam. Ketidakpastian juga meningkat akibat beragamnya reaksi terhadap proyeksi pertumbuhan dari Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), ketegangan yang masih berlangsung di Timur Tengah, dan kekhawatiran perang dagang.
Meski demikian, OECD menaikkan proyeksi pertumbuhan global untuk 2025, sementara estimasi pertumbuhan tahun ini tetap tidak berubah. OECD juga menaikkan proyeksi pertumbuhan AS untuk 2024 dan 2025, tetapi menurunkan estimasi pertumbuhan ekonomi Uni Eropa, Jepang, dan Inggris untuk 2024. Badan internasional tersebut juga menyebut risiko proteksionisme bagi ekonomi global.
Di sisi lain, gejolak politik di Korea Selatan dan Prancis terus menguji optimisme pasar, tetapi meningkatnya harapan akan gencatan senjata di Gaza mendukung sentimen risk-on.
Ketua Fed Jerome Powell menggunakan nada yang lebih hawkish. Ia menyebut pertumbuhan yang lebih kuat dan inflasi yang lebih tinggi sebagai alasan untuk berhati-hati dalam menentukan suku bunga netral. Sejalan dengan itu, Beige Book Fed menyoroti optimisme ekonomi dan bisnis untuk 2025. Namun, data US ISM Services PMI dan ADP Employment yang lebih lemah, ditambah optimisme pasar yang berhati-hati, menghambat pemulihan Dolar AS.
Di tengah perkembangan ini, US Dollar Index (DXY) memangkas kenaikan mingguan di tengah pasar yang tidak menentu. Hal ini memberi ruang bagi mata uang utama lainnya dan mata uang Antipodean untuk menguat tipis, meskipun komoditas kesulitan bertahan di zona positif.
Data zona euro yang menggembirakan mendukung pemulihan EURUSD, meskipun terdapat ketidakpastian politik di Prancis setelah Perdana Menteri kalah dalam pemungutan suara mosi tidak percaya. Presiden ECB Christine Lagarde mengakui adanya ketidakpastian ekonomi dalam jangka menengah, lemahnya pertumbuhan dalam jangka pendek, dan penurunan inflasi secara bertahap, tetapi menolak mendorong pemangkasan suku bunga secara signifikan.
Gubernur Bank of England (BoE), Andrew Bailey, menggunakan nada dovish pada Selasa. Ia mendukung pemangkasan suku bunga secara bertahap dan menekankan bahwa BoE perlu "lebih gencar" agar proses disinflasi tetap berjalan sesuai rencana. Meski demikian, pelemahan Dolar AS, ditambah data PMI Jasa Inggris bulan November yang lebih baik dari perkiraan, mendukung penutupan harian positif bagi pasangan GBPUSD.
USDJPY masih sedikit tertekan di sekitar 150,00 setelah mencatat kenaikan harian terbesar dalam tiga pekan. Imbal hasil obligasi Treasury AS masih tertekan menjelang laporan ketenagakerjaan AS pekan ini. Pemulihan pasangan ini juga terbebani kekhawatiran atas kenaikan suku bunga Bank of Japan (BoJ) dan kemungkinan intervensi Jepang untuk mempertahankan Yen (JPY).



Mata uang Australia dan Selandia Baru masih melemah. AUDUSD tertekan tajam akibat kekhawatiran tentang China, pertumbuhan ekonomi Australia yang lesu, serta ekspektasi kebijakan dovish dari Reserve Bank of Australia (RBA). Sementara itu, NZDUSD mengakhiri penurunan beruntun selama tiga hari, tetapi masih berpeluang mencatat kerugian mingguan. USDCAD kesulitan mempertahankan kenaikannya, meski mencatat penurunan harian pertama dalam empat hari.
Emas mencatat kenaikan tipis selama pemulihan tiga hari setelah mengalami penurunan mingguan. Meski demikian, logam mulia ini kesulitan memanfaatkan kecemasan pasar menjelang rilis data penting AS, serta kekhawatiran atas ketegangan ekonomi dan geopolitik global, sementara ekspektasi terhadap sikap dovish The Fed kian menyusut.
Harga minyak mentah turun meski optimisme pasar menguat dan penurunan persediaan mingguan lebih besar dari perkiraan. Reaksi yang beragam terhadap penundaan keputusan OPEC+ untuk meningkatkan pasokan menjelang pertemuan penting hari ini membebani harga. Selain itu, crack spread yang melemah serta kekhawatiran akan berkurangnya permintaan energi akibat masalah di China dan potensi gejolak ekonomi di negara-negara konsumen utama di luar AS menambah tekanan.
Mata uang kripto melonjak pada hari sebelumnya setelah Presiden AS Donald Trump mencalonkan Paul Atkins, yang mendukung industri kripto, untuk menggantikan Gary Gensler sebagai Ketua SEC. Pencalonan ini memicu optimisme di industri tersebut, mendorong Bitcoin (BTCUSD) mencetak rekor tertinggi baru di atas 100K dan Ethereum (ETHUSD) mencatat kenaikan harian terbesar dalam sepekan, sebelum sedikit terkoreksi dari level tertinggi dalam enam bulan.
Ke depan, Pesanan Pabrik Jerman, Penjualan Ritel Zona Euro, dan Klaim Pengangguran AS, serta pertemuan OPEC+, akan membuat pasar tetap aktif. Namun, suasana hati-hati menjelang data ketenagakerjaan AS dan Kanada pada Jumat, serta Indeks Sentimen Konsumen UoM AS dan Ekspektasi Inflasi, dapat membatasi volatilitas.
Dolar AS mungkin tetap tertekan akibat data AS yang lemah dan keraguan terhadap sikap hawkish Ketua The Fed Powell. Hal ini dapat membuka peluang bagi EURUSD dan GBPUSD untuk memulihkan kerugian mingguan, sementara USDJPY mungkin bergerak tanpa arah yang jelas dan tetap lebih kuat sepanjang pekan. Mata uang Australia dan Selandia Baru kemungkinan tertekan oleh kekhawatiran terhadap China dan prospek kebijakan bank sentral yang dovish.
Minyak mentah berpotensi pulih jika OPEC+ mengonfirmasi penundaan kenaikan pasokan, sementara emas mungkin tetap tertekan akibat sentimen yang beragam dan penguatan Dolar AS.
Semoga keberuntungan menyertai trading Anda!