
Selera risiko masih terbatas pada awal perdagangan Jumat karena data PMI AS dan klaim tunjangan pengangguran yang lebih baik dari perkiraan pada Kamis mengalihkan perhatian dari kekhawatiran atas utang AS yang meningkat. Sentimen terpukul setelah DPR AS meloloskan pemotongan pajak era Trump, sehingga kekhawatiran tentang defisit yang membengkak semakin besar. Tekanan juga berasal dari dampak penurunan peringkat kredit AS oleh Moody’s yang masih terasa dan ketegangan perdagangan baru antara Washington dan Uni Eropa, Jepang, serta China, terutama kritik Beijing terhadap perlakuan AS terhadap produsen chipnya.
Risiko geopolitik semakin mengurangi optimisme. Eropa sedang menyiapkan sanksi tambahan terhadap Rusia, sementara Moskow tampaknya tidak berminat untuk menyepakati gencatan senjata di Ukraina. Meningkatnya ketegangan antara India dan Pakistan, serta memanasnya hubungan Israel dan Iran, juga membayangi prospek. Namun, tanda-tanda kemajuan dalam pembicaraan nuklir AS-Iran memberikan sedikit harapan bagi pasar yang menginginkan stabilitas.
Akibatnya, Indeks Dolar AS (DXY) melemah, menghapus rebound pada Kamis dan mendorong mata uang utama serta emas menguat. Minyak mentah masih berada di bawah tekanan karena ekspektasi bahwa pasokan dari Iran akan meningkat jika kesepakatan dengan AS tercapai. OPEC+ juga siap meningkatkan produksi. Pergerakan mata uang kripto beragam—Bitcoin (BTCUSD) terkoreksi dari rekor tertinggi sepanjang masa, sementara Ethereum (ETHUSD) mencapai level tertinggi baru dalam sepekan. Pergerakan saham beragam, sedangkan imbal hasil obligasi rebound setelah sesi yang bergejolak.
Euro berpeluang mencatat kenaikan mingguan meski data PMI UE/Jerman beragam, ketegangan perdagangan meningkat, dan ECB mengkritik kebijakan AS. Euro didukung oleh pelemahan Dolar AS secara luas dan notulen ECB yang menunjukkan meningkatnya keyakinan bahwa target inflasi dapat tercapai. Pejabat ECB menyampaikan optimisme serupa, yang semakin mendorong EUR/USD.
Pound sterling juga melanjutkan penguatannya. Kepercayaan konsumen Inggris membaik pada Mei (meski masih negatif di -20), sementara penjualan ritel April yang menggembirakan dan sentimen positif seputar kesepakatan dagang Inggris baru-baru ini dengan AS, UE, dan India menopang GBP/USD. Pasangan ini mendekati resistance utama di 1.3450, dengan pola bullish “Cup and Handle” mulai terbentuk di tengah penguatan domestik dan pelemahan USD.
Sementara itu, USD/JPY terkoreksi dan menghapus kenaikan pada hari Kamis setelah memantul dari level terendah dalam dua pekan. Data inflasi Jepang memperkuat kecenderungan hawkish Bank of Japan. Permintaan Yen sebagai aset safe haven dan masalah perdagangan yang belum terselesaikan—terutama desakan Jepang agar AS mencabut tarif otomotif—juga menambah tekanan. Pasangan ini berpotensi mencatat penurunan mingguan terbesar sejak awal April, sekaligus mengakhiri tren kenaikan selama empat pekan.
AUDUSD dan NZDUSD bertahan dalam kisaran mingguan dan mencatat kenaikan tipis saat Dolar AS melemah. Namun, potensi kenaikannya masih terbatas oleh sentimen dovish yang kian kuat terhadap RBA dan RBNZ, meskipun data Australia dan Selandia Baru baru-baru ini membaik dan prospek kesepakatan perdagangan positif. Perlu dicatat, kuatnya penjualan ritel Selandia Baru pada kuartal II yang dirilis Jumat tidak mengubah ekspektasi pasar bahwa RBNZ akan memangkas suku bunga pekan depan.
Sementara itu, USDCAD memperpanjang penurunan beruntun selama lima hari dan berpotensi mencatat penurunan mingguan terbesar sejak 7 April, sekaligus membalikkan tren penguatan selama dua pekan sebelumnya. Dolar Kanada diuntungkan oleh membaiknya sentimen perdagangan global dan politik. Namun, pelemahan harga minyak mentah—salah satu ekspor utama Kanada—serta ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh BoC membatasi penguatan lebih lanjut menjelang rilis laporan penjualan ritel Kanada hari ini.



Emas naik pada awal perdagangan Jumat setelah menghadapi resistance di sekitar pertengahan kisaran $3,300-an dan dolar sempat menguat pada Kamis. Emas berpeluang mencatat kenaikan mingguan terbesar dalam enam pekan, didukung oleh pelemahan dolar AS, ketidakpastian kebijakan perdagangan dan fiskal AS, serta kekhawatiran terhadap ekonomi global. Ketegangan geopolitik yang melibatkan Iran, Ukraina, dan Pakistan juga mendorong permintaan terhadap aset safe haven ini.
Harga minyak mentah WTI turun selama tiga hari berturut-turut, tertekan oleh meningkatnya ekspektasi bahwa sanksi terhadap Iran dan Rusia akan dilonggarkan, kesiapan OPEC+ untuk meningkatkan produksi, serta bertambahnya persediaan minyak AS. Meski dolar AS melemah, harga minyak mentah masih kesulitan menguat. Kekhawatiran terhadap permintaan global akibat berlanjutnya ketegangan perang dagang membatasi aksi beli setelah reli selama dua pekan.
Sementara itu, Bitcoin dan Ethereum tetap tangguh. Meski BTC terkoreksi dari rekor tertinggi sepanjang masa, kedua aset kripto papan atas ini semakin diminati seiring investor menjajaki aset alternatif di tengah meningkatnya optimisme di pasar kripto. Dukungan datang dari inovasi teknologi yang berkelanjutan serta dorongan tak terduga dari komentar positif Presiden AS Trump mengenai aset digital.
Para trader akan mencermati penjualan ritel Kanada, penjualan rumah baru AS, dan pidato para pejabat Fed tingkat menengah. Namun, perhatian utama tetap tertuju pada risiko yang lebih luas, terutama kekhawatiran terhadap pertumbuhan ekonomi AS akibat pemangkasan pajak dan peningkatan utang, serta ketidakpastian yang masih menyelimuti kesepakatan dagang.
Salah satu peristiwa penting adalah pidato Ketua Fed Powell pada akhir pekan, yang dapat memberikan petunjuk mengenai kebijakan moneter dan prospek pertumbuhan. Sementara itu, skeptisisme terhadap sikap ekonomi dan perdagangan AS kemungkinan akan menekan dolar AS dan mendukung aset safe haven tradisional seperti emas, yen Jepang, dan franc Swiss.
Mata uang kripto seperti Bitcoin dan Ethereum mungkin tetap bertahan di tengah meningkatnya minat investor dan pergeseran ke aset nontradisional. Sebagian besar mata uang utama—kecuali JPY dan CHF—mungkin bergerak beragam, sementara AUD dan NZD mungkin memiliki ruang kenaikan yang terbatas meski USD secara umum melemah.
Semoga keberuntungan menyertai trading Anda!