
Para pakar Wall Street membahas peluang saham untuk mengakhiri 2023 dengan kinerja kuat. Meski pasar sedang mengalami bulan yang cukup sulit, beberapa ahli strategi masih optimistis terhadap peluang imbal hasil bagi investor. Para trader diperkirakan dapat memperoleh manfaat tidak hanya tahun ini, tetapi juga setelahnya.
Pasar saham mencatat bulan terburuk kedua sepanjang 2023. Menurut data LSEG, indeks gabungan MSCI World turun 2.96%. Kondisi ini dipicu oleh meningkatnya kekhawatiran terhadap risiko dan ekspektasi bahwa suku bunga akan bertahan lebih tinggi untuk jangka waktu lebih lama. Selain itu, pasar juga dipengaruhi oleh meningkatnya kekhawatiran terhadap ekonomi terbesar kedua di dunia, yaitu China.
Akibatnya, para trader mengawali September dengan lesu. Meski demikian, sejumlah ahli strategi Wall Street meyakini saham dapat mengakhiri 2023 dengan kuat. Selain itu, beberapa pihak berpendapat bahwa pelaku pasar dapat memperoleh titik masuk yang lebih baik untuk obligasi, di tengah kenaikan suku bunga oleh The Fed dan tingkat suku bunga yang saat ini masih tinggi.



Satu hal yang disepakati semua pakar adalah upaya untuk menekan inflasi belum selesai, meskipun siklus kenaikan suku bunga terhenti bulan ini. Kini, orang tidak lagi membahas apakah The Fed akan menaikkan suku bunga ke level tinggi (semua yakin hal itu akan terjadi). Pertanyaan utamanya adalah berapa lama suku bunga akan dipertahankan pada level tinggi tersebut.
Goldman Sachs tidak memperkirakan terjadinya resesi, meskipun mayoritas pelaku pasar memperkirakan resesi akan terjadi pada 2024. Goldman Sachs memperkirakan probabilitasnya sebesar 15%, lebih rendah daripada perkiraan bank tersebut sebelumnya. Sederhananya, kita mungkin akan melihat soft landing.
JPMorgan Private Bank juga tidak memperkirakan resesi, meskipun masih ada beberapa titik tekanan penting, termasuk suku bunga hipotek tetap yang mencapai level tertinggi dalam 22 tahun terakhir. Di satu sisi, aktivitas ekonomi diperkirakan melambat. Namun, perlambatan ini akan terjadi secara bertahap, bukan mendadak.
Pasar saat ini menunjukkan bahwa kekhawatiran terhadap prospek jangka pendek mulai mereda. Kekhawatiran utama tahun lalu mengenai perlambatan ekonomi dan inflasi juga mulai berkurang. Permintaan cukup kuat, terutama untuk saham teknologi. Perusahaan berbasis AI melonjak pesat, sementara berbagai bisnis terus meningkatkan investasi.
Jadi, sektor teknologi bisa menjadi sektor utama yang perlu dicermati dalam waktu dekat.
Semoga keberuntungan menyertai trading Anda!