
Pasar global stabil setelah penghindaran risiko, sementara para trader bersiap menghadapi data inflasi pada hari Kamis. Selain itu, data CPI dan PPI China yang beragam, ditambah pelonggaran larangan AS terhadap investasi di sektor teknologi China, meningkatkan optimisme yang tetap berhati-hati.
Pergerakan konsolidasi, bersama imbal hasil yang melemah, menahan penguatan dolar AS. Sementara itu, ekspektasi inflasi RBNZ yang lebih tinggi untuk Q3 mendorong NZDUSD memimpin mata uang G10 terhadap dolar AS, terutama di tengah berita positif tentang China. Sejalan dengan itu, AUDUSD mengikuti pergerakan pasangan Kiwi dan berhasil bangkit dari level terendah dalam dua bulan, sedangkan mata uang utama lainnya juga mulai pulih di tengah pasar yang lesu.
Perlu diketahui bahwa saham di kawasan Asia-Pasifik sedikit melemah, sementara futures saham AS mencatat kenaikan tipis setelah menyentuh level terendah bulanan baru pada hari sebelumnya. Sementara itu, saham Eropa dan Inggris juga menguat hingga berita ini ditulis.
Meski minyak mentah WTI masih menguat, harganya tetap bergerak dalam kisaran trading mingguan di sekitar level tertinggi April. Sementara itu, Emas pulih dari level terendah dalam sebulan, meski belakangan ini momentum kenaikannya terbatas.
Di sisi lain, BTCUSD dan ETHUSD mencatat kenaikan tipis meski dolar AS yang melemah menghadapi masalah perbankan yang kian mengemuka, kekhawatiran penundaan ETF Bitcoin, serta masalah regulasi lainnya.
Berikut adalah pergerakan terbaru aset-aset utama:



Meski katalis yang disebutkan di atas menantang pesimisme pada hari sebelumnya, para pelaku pasar yang bersedia mengambil risiko belum terlihat karena trader tetap berhati-hati menjelang rilis data penting pekan ini.
Selain itu, kekhawatiran yang kian mengemuka tentang kemungkinan gelombang gagal bayar obligasi lainnya di China dan ketegangan antara China dan AS menambah tantangan bagi bank-bank global, sehingga membebani sentimen.
Perlu dicatat bahwa risiko resesi di Inggris dan China juga membuat para pelaku pasar tetap waspada.
Dengan demikian, para pembeli dolar AS tetap optimistis meski belakangan ini dolar melemah, sementara aset berisiko lebih tinggi seperti AUDUSD, saham, dan mata uang Antipodean berada dalam posisi yang rentan. Perlu dicatat bahwa penembusan Gold ke bawah level support utama membuat para penjual tetap optimistis, meskipun baru-baru ini terjadi pantulan korektif.
Setelah melihat konsolidasi pasar pada awal Rabu, kalender ekonomi yang sepi di Eropa dan AS dapat menguji momentum para trader. Meski demikian, kekhawatiran terhadap pasar obligasi China, pemulihan ekonomi global, dan bank-bank besar, serta kekhawatiran akan suku bunga yang lebih tinggi, dapat terus menguji optimisme para pelaku pasar.
Semoga keberuntungan menyertai trading Anda!