
Sentimen pasar membaik pada awal perdagangan Senin karena trader mengurangi pergerakan pekan sebelumnya menjelang data inflasi penting AS. Data inflasi China dan penurunan imbal hasil yang diikuti pelemahan dolar AS juga turut menjaga optimisme pelaku pasar.
Optimisme yang berhati-hati di pasar Asia-Pasifik memberikan dorongan bagi aset yang lebih berisiko seperti AUDUSD dan emas. Pasar Barat juga mungkin mengawali pekan dengan optimisme yang sama.
Namun, perlu dicatat bahwa USDJPY menjadi pasangan dengan kenaikan terbesar di tengah sentimen risk-on dan pelemahan dolar AS secara luas, setelah Gubernur Bank of Japan (BoJ) Kazuo Ueda mengisyaratkan suku bunga yang lebih tinggi dalam komentarnya pada akhir pekan.
Selanjutnya, harga emas berkonsolidasi setelah mengalami penurunan pada pekan sebelumnya, sementara minyak Brent naik tipis untuk hari kedua berturut-turut.
Meski begitu, BTCUSD dan ETHUSD tidak ikut menguat menyambut pelemahan dolar AS di tengah beragam kekhawatiran tentang regulasi kripto dan dinamika pasar.
Berikut adalah pergerakan terbaru aset-aset utama:



Rilis data inflasi China pada akhir pekan, disertai komentar optimistis dari Menteri Keuangan AS Jannet Yellen dan Gubernur BoJ Ueda, mengawali pekan dengan positif bagi pelaku pasar. Pekan ini mencakup rilis data inflasi AS, data ketenagakerjaan Inggris, dan rapat kebijakan moneter Bank Sentral Eropa (ECB). Hal ini, bersama dengan penyesuaian posisi pasar menjelang berbagai peristiwa tersebut, turut menopang selera risiko dan menekan dolar AS.
Data CPI dan PPI utama China untuk Agustus membuat para pejabat di Beijing bisa bernapas lega setelah pekan lalu berupaya keras melindungi perekonomian melalui berbagai langkah.
Hal ini sejalan dengan komentar yang mengisyaratkan bahwa BoJ akan secara bertahap mengakhiri kebijakan moneter yang sangat akomodatif, sehingga mendorong yen Jepang (JPY). Selain itu, data inflasi dan ketenagakerjaan Jepang yang belakangan lebih kuat turut membuka jalan bagi penurunan harian terbesar pasangan USDJPY dalam dua bulan.
Perlu dicatat, sentimen risk-on juga didukung oleh komentar Menteri Keuangan AS Yellen yang mengisyaratkan soft landing bagi ekonomi terbesar di dunia. Namun, kondisi ekonomi gagal meyakinkan para pelaku bullish dolar AS, terutama di tengah penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS dan minimnya agenda data ekonomi.
Di sisi lain, kekhawatiran trader kripto meningkat karena sejumlah pemain besar industri berpindah kubu dan mendukung pandangan bahwa Bitcoin dan Ethereum seharusnya dianggap sebagai mata uang fiat.
Kalender ekonomi pada hari Senin relatif sepi dan dapat memberi peluang bagi trader untuk melanjutkan suasana risk-on yang muncul sebelumnya. Dengan demikian, Dolar AS mungkin menghadapi tekanan lebih lanjut, sementara harga Emas dan Minyak Mentah berpotensi bertahan lebih kuat. Selain itu, USDJPY membentuk pola grafik bearish rising wedge pada timeframe empat jam (seperti disebutkan dalam analisis teknikal kami), yang dapat menarik minat pembeli Yen. Namun, EURUSD mungkin mengalami aksi beli yang berhati-hati karena data inflasi AS dan keputusan suku bunga ECB akan dirilis pekan ini.
Semoga keberuntungan menyertai trading Anda!