
Profil risiko tidak mendukung upaya China untuk menjaga pemulihan ekonomi maupun kabar positif dari Country Garden, saat para trader AS kembali bekerja setelah libur panjang. Sentimen negatif ini mungkin berkaitan dengan belum adanya kepastian mengenai langkah The Fed selanjutnya setelah data NFP Jumat yang menggembirakan dan komentar hawkish dari para pembuat kebijakan. Kekhawatiran yang beragam mengenai hubungan AS-China serta ketegangan antara negara-negara Barat dan Rusia juga membuat pelaku pasar waswas.
Indeks Dolar AS naik ke level tertinggi baru dalam dua bulan, mengikuti kenaikan imbal hasil obligasi Treasury dan menekan komoditas serta mata uang Australia dan Selandia Baru.
Perlu dicatat bahwa sikap RBA yang tidak mengambil tindakan menambah tekanan penurunan pada AUDUSD, selain penguatan USD secara luas. Akibatnya, AUDUSD kembali tertekan dan terakhir mencatat penurunan intraday lebih dari 1,0%. NZDUSD juga turun 1,0%, sementara USDCAD terakhir naik setengah persen.
Selain itu, harga emas masih tertekan selama empat hari berturut-turut, sementara minyak mentah berbalik turun dari level tertinggi tahun ini (YTD).
Di sisi lain, mata uang kripto juga melemah karena pelaku pasar mencermati kontrak futures dan memperkirakan BTCUSD serta ETHUSD berpotensi turun lebih lanjut di tengah kemungkinan tekanan dari SEC AS.
Berikut adalah pergerakan terbaru aset-aset utama:



Meski para pembuat kebijakan di China terus mengupayakan berbagai cara untuk mendukung pemulihan ekonomi, pelaku pasar tampaknya kurang yakin dan justru menganggap upaya Negara Naga tersebut sebagai tindakan putus asa. Baik pernyataan pejabat China maupun berita utama yang menyebutkan bahwa Country Garden, perusahaan real estat terbesar di Beijing, tidak berisiko gagal bayar, belum cukup untuk membangkitkan sentimen risk-on.
Penyebabnya mungkin terkait dengan kekhawatiran hawkish terbaru terhadap The Fed, terutama setelah data NFP AS terbaru yang lebih kuat memungkinkan para pembuat kebijakan mempertahankan suku bunga di level tinggi untuk waktu yang lebih lama, atau bahkan menaikkan suku bunga lagi.
Di sisi lain, data yang beragam dari Zona Euro dan Inggris juga membingungkan para trader, sehingga mereka beralih ke dolar AS di tengah imbal hasil yang lebih kuat.
Selain itu, kekhawatiran geopolitik dan bencana alam menjadi alasan tambahan bagi trader yang menghindari risiko untuk memilih dolar AS dan mengamankan kenaikan harga minyak mentah baru-baru ini.
Di sisi lain, kekhawatiran bahwa Bitcoin dan Ethereum masih berpotensi turun tampaknya membebani BTCUSD dan ETHUSD di tengah penguatan dolar AS secara luas.
Dengan kembalinya trader AS setelah akhir pekan panjang dan sejumlah data menarik dalam kalender ekonomi, pasar akan lebih volatil dibandingkan hari Senin. Di antara katalis utama yang menjadi perhatian adalah pidato Presiden ECB Christine Lagarde, PPI Zona Euro, dan Pesanan Pabrik AS, serta rilis final PMI Inggris untuk Agustus. Mengingat hari ini kemungkinan akan berlangsung aktif dan dolar AS baru-baru ini menguat, penghindaran risiko dapat meningkat jika faktor-faktor yang dijadwalkan mendukung dolar AS.
Semoga keberuntungan menyertai trading Anda!