
Sentimen yang memburuk, imbal hasil yang tinggi, serta pernyataan Fed yang sebagian besar hawkish menopang pemulihan Dolar AS pada awal Kamis, sementara pelaku pasar bersiap menyimak pidato Ketua Fed Powell. Selain itu, minimnya kabar positif dari China dan meningkatnya kekhawatiran mengenai perang Israel-Hamas memperkuat sentimen risk-off dan mendorong Dolar AS sedikit menguat.
Sentimen tersebut, bersama dengan imbal hasil yang menguat, memicu penurunan harga komoditas dan menekan mata uang Antipodean. Akibatnya, AUDUSD sebagai barometer risiko mencatat penurunan terbesar di antara pasangan mata uang G10, sementara harga emas dan minyak mentah turun dari level tertinggi dalam beberapa hari yang dicapai sehari sebelumnya. Di sisi lain, Wall Street ditutup melemah dan membebani futures saham AS, sekaligus meredam optimisme di kawasan Asia-Pasifik.
Namun, perlu dicatat bahwa mata uang kripto juga tertekan oleh penguatan Dolar AS, selain pesimisme pasar yang meluas akibat kekhawatiran terkait SEC AS.
Berikut adalah pergerakan terbaru aset-aset utama:



Pada Rabu, Presiden AS Joe Biden mengunjungi Israel yang dilanda perang dan mengatakan bahwa AS akan memastikan Israel memiliki semua yang dibutuhkan untuk membela diri. Kunjungan tersebut juga menandakan meningkatnya ketegangan geopolitik antara Israel dan Hamas, serta kemungkinan meluasnya perang akibat ancaman Iran untuk ikut bertempur. Perkembangan ini, bersama data AS yang sebagian besar positif, mendorong imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun ke 4,97%, level tertinggi sejak 2007 pada saat berita ini ditulis. Hal ini pada gilirannya mendukung Dolar AS.
Terkait data dan pernyataan The Fed, Building Permits turun menjadi 1.475M pada September, lebih baik dari perkiraan sebesar 1,45 juta, sementara Housing Starts pulih ke 1.35M, lebih rendah dari ekspektasi analis sebesar 1.38M. Selain itu, Fed Beige Book mencatat bahwa aktivitas ekonomi "hanya sedikit berubah atau tidak berubah sama sekali" selama September dan awal Oktober.
Selain itu, Gubernur The Fed Michelle Bowman mengatakan bahwa inflasi telah turun, tetapi masih terlalu tinggi. Senada dengan itu, Presiden Federal Reserve Bank of New York John C. Williams menyampaikan, “The Fed perlu mempertahankan kebijakan moneter yang ketat selama beberapa waktu untuk meredam inflasi.” Namun, Gubernur The Fed Christopher J. Waller mengatakan bahwa mereka dapat menunggu dan mengamati sebelum menyampaikan keputusan pasti mengenai arah kebijakan.
Di sisi lain, Open Interest (OI) ETH meningkat, tetapi penurunan OI BTC yang berkelanjutan menunjukkan bahwa pasar lebih berpihak pada Ethereum, meski ETF Bitcoin tengah ramai diperbincangkan. Selain itu, kabar bahwa SEC AS tengah berkomunikasi dengan Ark Investments milik Cathie Wood terkait ETF Bitcoin turut mengguncang sentimen di pasar kripto, terutama di tengah penguatan dolar AS.
Selanjutnya, data Existing Home Sales, indeks Philly Fed, dan klaim pengangguran mingguan akan mewarnai agenda ekonomi. Ketua Fed Jerome Powell akan menyampaikan pidato pada paruh akhir hari, disusul oleh Presiden AS Joe Biden yang juga akan berpidato. Kedua pidato ini penting karena Fed perlu mempertahankan kebijakan hawkish agar Indeks Dolar AS tetap menguat, sementara pernyataan Biden yang mengindikasikan kekhawatiran geopolitik dapat memperkuat dolar AS.
Semoga keberuntungan menyertai trading Anda!