
Sentimen pasar tetap sedikit positif karena The Fed secara tidak langsung mengisyaratkan kesiapannya untuk menghentikan sementara siklus kenaikan suku bunga. Namun, kekhawatiran tentang dampak kegagalan perbankan dan berakhirnya masa berlaku pagu utang AS mengikis optimisme. Hal ini kemudian memberi kesempatan bagi para penjual dolar AS untuk bernapas lega.
Meski demikian, EURUSD terus bergerak naik di tengah harapan bahwa ECB akan bersikap hawkish. GBPUSD juga bergerak naik, karena pasar mengantisipasi suku bunga yang tetap tinggi lebih lama serta tantangan ekonomi ke depan.
USDJPY tertekan di tengah libur di Jepang, sementara USDCHF mencatat kenaikan terbesar di antara pasangan mata uang G10. Pergerakan ini terjadi saat pasar berkonsolidasi setelah para pembuat kebijakan AS menyatakan kesiapan untuk meredakan krisis perbankan.
Selain itu, AUDUSD belum merespons positif data perdagangan Australia yang menggembirakan karena PMI Manufaktur Caixin China yang lebih lemah menekan mata uang Antipodean, ditambah kenaikan suku bunga Fed sebesar 0,25%.
Di sisi lain, BTCUSD dan ETHUSD sempat menguat setelah SEC AS mempertimbangkan kembali perumusan definisi aset kripto. Namun, kekhawatiran yang membayangi tentang gejolak di sektor perbankan menekan instrumen investasi yang sebelumnya menjadi favorit.
Berikut adalah pergerakan terbaru aset-aset utama:



The Fed mengumumkan kenaikan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps), sehingga mencapai level tertinggi sejak 2007. Namun, rincian pernyataan FOMC dan pidato Ketua The Fed Jerome Powell memicu kekhawatiran akan perubahan arah kebijakan dan menekan dolar AS, meskipun suku bunga telah dinaikkan.
Meski kenaikan suku bunga The Fed yang bernada dovish membuat pasar lega, kekhawatiran yang membayangi tentang lebih banyak bank yang mengalami masalah di AS dan gagal bayar kupon obligasi pada bulan Juni membebani sentimen. Hal ini kemudian mendorong indeks acuan Wall Street mencatat kerugian.
Perlu dicatat bahwa pasar Asia lebih berfokus pada sinyal Fed mengenai perubahan arah kebijakan daripada masalah perbankan, karena para pengambil kebijakan AS menunjukkan kesiapan untuk meredakan krisis perbankan. Hal ini semakin menekan dolar AS sebelum kekhawatiran menjelang rapat ECB menahan pelemahannya.
Bank Sentral Eropa (ECB) kemungkinan besar akan mengikuti langkah Fed, terutama karena data terbaru dari kawasan tersebut kurang menggembirakan dan muncul kekhawatiran bahwa suku bunga yang lebih tinggi berdampak negatif pada kondisi kredit di Eropa. Karena itu, pelaku pasar memperkirakan kenaikan suku bunga sebesar 0,25% disertai panduan yang dovish, yang dapat membantu dolar AS mengurangi kerugian belakangan ini. Namun, kejutan apa pun dari bank sentral kawasan tersebut tidak akan dianggap enteng, karena sejumlah pelaku pasar memang memperkirakan kenaikan suku bunga sebesar 50 bps.
Semoga keberuntungan menyertai trading Anda!