
Para trader mencerminkan kegelisahan yang lazim menjelang rilis risalah rapat Fed. Data AS yang belakangan lebih kuat memperkuat ekspektasi bahwa bank sentral AS akan mengambil langkah hawkish berikutnya, tetapi kemungkinan pergeseran kebijakan masih terbuka. Di tengah kondisi ini, pelaku pasar mengurangi posisi setelah pergerakan hari sebelumnya yang mendorong dolar AS menguat dan menekan harga komoditas serta mata uang Antipodean.
Perlu dicatat bahwa GBPUSD mampu bertahan lebih kuat karena pembahasan terbaru mengenai BoE dan negosiasi upah perawat di Inggris mendukung pembeli Cable di tengah pelemahan dolar AS. NZDUSD juga menguat, menyambut kenaikan suku bunga RBNZ sebesar 0,50% dan kesiapan bank sentral tersebut untuk kembali menaikkan suku bunga. Namun, ekspektasi Gubernur RBNZ terhadap resesi tampaknya membatasi pergerakan pasangan Kiwi ini.
Emas masih bergerak tidak menentu, sementara minyak mentah mencatat penurunan tipis dan melanjutkan pelemahan pada hari sebelumnya.
BTCUSD dan ETHUSD sama-sama melanjutkan koreksi terbaru dari level tertinggi dalam beberapa hari terakhir, di tengah kekhawatiran akan kerangka regulasi yang ketat dan tekanan lebih lanjut dari para pemain utama industri.
Berikut adalah pergerakan terbaru aset-aset utama:



PMI yang kuat, terutama dari Inggris dan AS, mendorong mata uang masing-masing kembali memperoleh momentum penguatan, sebelum pasar mengalami hari yang penuh ketidakpastian. Namun, dolar AS menguat lebih besar daripada pound sterling karena kekhawatiran Brexit menambah tekanan akibat kondisi fundamental ekonomi Inggris yang lebih lemah dibandingkan AS. Selain itu, dalam pernyataan terbaru mereka, para pembuat kebijakan The Fed bersikap lebih hawkish daripada anggota BoE. Kekhawatiran yang kian meningkat atas kemungkinan penggunaan senjata nuklir oleh Rusia, serta hubungan China dengan Moskow, mendorong pelaku pasar beralih ke aset yang lebih aman, sehingga semakin menguatkan dolar AS.
Di sisi lain, kenaikan suku bunga RBNZ sebesar 0,50% dan kesiapan China untuk memberikan lebih banyak stimulus mendukung pelaku bullish NZDUSD, meski kekhawatiran Gubernur RBNZ akan resesi kemudian menguji momentum penguatannya. Senada dengan itu, GBPUSD tetap menguat meski kekhawatiran perlambatan ekonomi menekan para pembeli Cable.
Selain itu, AUDUSD menunjukkan perannya sebagai barometer risiko dengan mencatat penurunan tipis, mengikuti pergerakan Wall Street dan pasar saham di kawasan Asia-Pasifik, serta data Australia yang lesu.
Namun, perlu dicatat bahwa emas belum menunjukkan arah yang jelas karena para trader kembali menilai status tradisionalnya sebagai aset safe haven. Di sisi lain, minyak Brent tetap menjadi perhatian para pelaku pasar bearish.
Perlu dicatat bahwa pernyataan Kepala BIS memicu kekhawatiran tentang stablecoin dan menambah kekhawatiran terkait regulasi dari SEC AS, sehingga membebani BTCUSD dan ETHUSD.
Meski data ekonomi tingkat kedua dari Jerman mungkin menarik perhatian pasar, bersama dengan berita utama geopolitik, perhatian utama akan tertuju pada Risalah Fed. Hal ini mungkin berkaitan dengan kuatnya data AS, pernyataan hawkish dari Fed, dan perbincangan tentang perubahan arah kebijakan. Jika Risalah tersebut menunjukkan optimisme yang berhati-hati dari para pembuat kebijakan, kemungkinan Dolar AS melemah tidak dapat dikesampingkan.
Semoga keberuntungan menyertai trading Anda!