
Pasar mulai bergejolak dan cenderung berhati-hati saat pekan penting yang mencakup keputusan bank sentral utama dimulai dengan imbal hasil yang lebih tinggi. Sentimen negatif dapat semakin kuat karena para trader meninjau kembali sikap The Fed yang sebelumnya dovish, sementara kondisi inflasi dan ketenagakerjaan AS masih ketat meski data terbaru menunjukkan pelemahan.
Sentimen yang beragam, ditambah konsolidasi menjelang rapat The Fed, mendorong Dolar AS melanjutkan pelemahan pada hari sebelumnya. Hal ini sejalan dengan pemberitaan yang mengisyaratkan peningkatan pasokan minyak, yang dapat menekan harga Brent. Bukan hanya harga minyak, harga emas juga kesulitan melanjutkan pemulihan pada pekan sebelumnya.
Meski demikian, imbal hasil yang lebih tinggi memungkinkan USDJPY kembali bergerak naik, sedangkan NZDUSD mengalami penurunan terbesar di antara pasangan mata uang G10 seiring meredanya sentimen hawkish yang dipicu RBNZ menjelang rilis PDB Selandia Baru. Perlu dicatat, data PPI Jepang yang lemah dan komentar pejabat BoJ juga mendorong pasangan Yen.
Di sisi lain, BTCUSD masih tertekan meskipun para whale Bitcoin mengambil risiko dengan mengantisipasi rebound. ETHUSD juga mencatat penurunan setelah tren turun selama dua minggu.
Berikut adalah pergerakan terbaru aset-aset utama:



Sementara trader menunjukkan kecemasan yang wajar menjelang peristiwa penting dan beralih ke Dolar AS, aset safe haven tradisional lainnya seperti obligasi, emas, dan Yen masih tertekan. Kekhawatiran terkait kesepakatan AS-Iran dan melimpahnya pasokan minyak ke pasar energi setelah periode sanksi yang panjang turut menekan harga minyak mentah. JPY tidak luput dari dampak data PPI yang lemah dan komentar pejabat BoJ yang mengisyaratkan tidak akan ada perubahan dalam rapat kebijakan moneter pekan ini, sekaligus mempertahankan kebijakan yang sangat akomodatif.
Di sisi lain, saham Asia-Pasifik kesulitan menguat di tengah libur di Australia dan sikap hati-hati menjelang rapat kebijakan moneter The Fed, ECB, BoJ, dan PBOC, serta rilis data ketenagakerjaan Inggris dan inflasi AS.
Perlu diperhatikan bahwa harga komoditas terus turun, begitu pula mata uang Antipodean. Namun, penguatan dolar AS tampaknya terbatas karena para trader meragukan pernyataan hawkish The Fed.
Di pasar kripto, kekhawatiran akan perlambatan di pasar yang sebelumnya diminati semakin meningkat di tengah sikap tegas SEC dan pembicaraan tentang resesi. Meski demikian, para pemain besar mengambil posisi berlawanan dan menopang harga BTCUSD serta ETHUSD.
Setelah rilis data Jepang yang berdampak lebih terbatas dan hari libur di Australia, para trader pada sesi Eropa dan AS mungkin akan menghadapi sesi yang sepi di tengah kalender ekonomi yang minim menjelang laporan ketenagakerjaan Inggris pada Selasa dan data inflasi AS. Namun, pergerakan pasar obligasi perlu dicermati untuk memperoleh petunjuk arah yang jelas menjelang FOMC pada Rabu.
Semoga keberuntungan menyertai trading Anda!