Order stop loss merupakan salah satu faktor utama dalam strategi manajemen risiko Anda. Jika digunakan dengan benar, order ini dapat membantu Anda menerapkan pendekatan trading dengan risiko yang lebih rendah. Order ini dirancang untuk mencegah investor mengalami kerugian modal jika posisi bergerak secara tak terduga atau sulit diprediksi. Manfaat utama menggunakan order stop loss adalah Anda tidak perlu memantau semua posisi terbuka dan aset yang dimiliki sepanjang waktu.

Setelah dipasang, order stop loss akan terpicu secara otomatis ketika kondisi pasar yang telah ditentukan terpenuhi. Kali ini, Anda akan mempelajari cara memasang order stop loss beserta jenis-jenis utamanya.
Order stop loss adalah alat yang dirancang untuk membantu trader membatasi risiko pada setiap transaksi. Anda harus selalu memiliki rencana cadangan, apa pun strategi yang Anda gunakan. Rencana untuk keluar dari posisi akan membantu Anda melindungi modal, bahkan ketika pasar bergerak berlawanan dengan posisi Anda. Dengan alat ini, trader dapat memasang pemicu penyeimbang yang secara otomatis menutup transaksi terkait jika terjadi hal yang tidak diinginkan atau ketika harga suatu instrumen mencapai level tertentu.
Sebagai contoh: misalnya, Anda ingin membeli saham seharga $30. Untuk mencegah kerugian, Anda memasang stop loss di level $29.50. Artinya, transaksi Anda akan ditutup secara otomatis saat harga mencapai $29.50 sehingga kerugian lebih lanjut dapat dicegah. Jika harga terus berada di bawah $29.50, stop loss tidak akan terpicu.



Berikut beberapa hal penting yang perlu Anda pertimbangkan saat menggunakan berbagai jenis order stop loss:
Sekarang, mari kita lihat jenis-jenis utama order stop loss.
Pada dasarnya, ada berbagai metode yang bisa digunakan. Namun, semuanya terbagi ke dalam dua kategori utama: market.
Mengingat berbagai masalah yang dapat terjadi saat menggunakan dua jenis utama stop loss, pertanyaan terpenting adalah di mana dan bagaimana memasangnya. Caranya bergantung pada apakah Anda ingin masuk ke pasar dengan posisi long atau short.
Trader pemula sering melakukan kesalahan yang sama dengan memasang stop loss secara sembarangan. Padahal, stop loss yang dipasang dengan benar pun dapat membuat Anda keluar dari posisi saat harga bergerak berlawanan, meskipun masih memberi ruang untuk fluktuasi.
Menggunakan “swing low” adalah cara paling aman dan sederhana untuk memasang order stop loss saat membuka posisi buy. Istilah ini merujuk pada kondisi ketika harga turun lalu segera memantul kembali.
Sekali lagi, bahkan saat membuka posisi short, Anda tidak boleh memasang stop loss pada level sembarang. Seperti pada situasi sebelumnya, Anda mungkin tetap perlu menyediakan ruang yang cukup agar pasar dapat berfluktuasi. Di sisi lain, Anda terlindungi dengan baik dari kerugian jika situasi tidak terkendali.
Berlawanan dengan “swing low” saat membuka posisi buy, menggunakan “swing high” untuk memasang order stop loss paling sesuai saat menjual. Kondisi ini terjadi ketika harga naik lalu turun.
Order stop loss membantu mengurangi risiko dalam trading, tetapi tidak menjamin eksekusi order 100% aman. Agar dapat memanfaatkan alat manajemen risiko ini sebaik-baiknya, jangan pernah memasangnya pada level sembarang. Selain itu, sebaiknya gunakan beberapa jenis order stop loss agar strategi Anda lebih efektif dan bebas risiko. Jangan pula meremehkan pentingnya latihan. Coba strategi Anda dan uji berbagai pendekatan untuk menemukan teknik trading yang paling efektif.
Materi ini tidak memuat dan tidak boleh ditafsirkan sebagai memuat nasihat investasi, rekomendasi investasi, penawaran atau ajakan untuk melakukan transaksi apa pun dalam instrumen keuangan. Sebelum mengambil keputusan investasi, Anda sebaiknya meminta saran dari penasihat keuangan independen untuk memastikan bahwa Anda memahami risikonya.