
Investor yang berwawasan dapat memanfaatkan peluang keuangan yang ditawarkan Afrika. Sejumlah pakar memperkirakan benua itu akan memberikan imbal hasil yang stabil dan menguntungkan dalam jangka panjang.
Afrika selalu menjadi semacam misteri bagi sebagian besar manajer aset di seluruh dunia. Namun, banyak perusahaan internasional merambah pasar keuangan di benua tersebut dengan harapan memperoleh keuntungan besar dan imbal hasil yang stabil.
Situasi di kawasan ini sudah lama cukup janggal. Di satu sisi, Afrika memiliki sumber daya alam yang melimpah dan salah satu perekonomian dengan pertumbuhan tercepat. Di sisi lain, kawasan ini selalu luput dari perhatian para manajer investasi.
Perusahaan pengelola dana berinvestasi dalam jumlah kecil. Pada saat yang sama, satu dana Eropa saja mengelola dana lebih besar daripada seluruh dana lokal jika digabungkan. Para ahli mengatakan bahwa likuiditas merupakan kendala utama. Masalah utamanya adalah menarik dana Anda keluar dari Afrika.
Sementara itu, likuiditas yang tinggi maupun nihil semakin memperumit situasi. Namun, jika ditelaah lebih dalam, benua ini berpotensi menghasilkan keuntungan besar sekaligus imbal hasil yang stabil. Inilah yang membuat perekonomian Afrika menjadi teka-teki.



Minat para investor bukanlah hal yang mengejutkan. Menurut data resmi dalam pemeringkatan FT-Statista 2023, benua ini menawarkan banyak peluang di berbagai sektor, jenis aset, dan bidang investasi. Daftar perusahaan dengan pertumbuhan tercepat mencakup perusahaan di sektor pertanian, fintech, e-commerce, energi dan utilitas, TI dan perangkat lunak, serta lainnya.
Sebagian besar perusahaan tersebut pada praktiknya tidak dapat diakses oleh reksa dana, sehingga juga menjadi pilihan yang tepat bagi investor swasta. Perusahaan-perusahaan itu mungkin memperoleh komitmen investasi selama sekitar 5–10 tahun tanpa perlu melakukan penebusan.
Bagi para pengelola dana, perhatian utama mereka tertuju pada peluang besar yang umumnya terdapat di Zambia sebagai pusat utama produksi komoditas. Zambia menerapkan kebijakan pajak yang lebih ringan. Hal ini membuat negara tersebut sangat menarik bagi para pengelola aset, sementara sebagian besar negara penghasil komoditas menerapkan pajak atas keuntungan tak terduga.
Namibia juga dikaitkan dengan masa depan yang cerah berkat potensi produksi minyaknya yang baru. Ditemukan setahun lalu, Orange Basin dipastikan memiliki prospek investasi yang sangat besar, dengan cadangan sekitar 3 miliar barel minyak dan 5,5 triliun kaki kubik gas.
Jadi, pantau komoditas tertentu ini dan perusahaan yang bergerak di bidang produksi gas dan minyak di kawasan tersebut.
Semoga keberuntungan menyertai trading Anda!