Logout
Are you sure you want to exist?
MTrading Team • 2022-10-06

Bank Swiss #2 Dalam Masalah Besar

Bank Swiss #2 Dalam Masalah Besar

Credit Suisse – salah satu bank terbesar di dunia dan bank nomor 2 Swiss – dikabarkan sedang mengalami krisis yang dalam. Kami telah mendengar banyak spekulasi tentang masalah bank selama beberapa bulan terakhir. Rumor telah menyebar di kalangan politik dan bisnis.

Masalah utama adalah bahwa bank saat ini berjuang untuk kelangsungan hidupnya. Investor akan mengalami kejutan yang sama seperti pada tahun 2008 ketika bank AS Lehman Brothers mengumumkan kebangkrutan. Akibatnya, negara ini mengalami salah satu krisis ekonomi paling parah sejak Depresi Hebat.

Apa yang telah terjadi?

Sebagai salah satu bank terbesar di dunia, Credit Suisse memiliki kapitalisasi $22,3 miliar setahun yang lalu. Hari ini, nilai pasar menjadi dua kali lebih rendah turun menjadi $ 10,4 miliar. Terlebih lagi, saham bank juga mengalami penurunan parah dengan penurunan 56,2% hanya dalam satu tahun.

Credit Suisse juga dikenal dengan trading aset kepemilikannya yang menyediakan akses ke instrumen trading utama seperti futures, kas perbendaharaan, logam mulia, dan sebagainya. Bukan hanya bank yang mengalami masalah tetapi juga para trader yang bergabung dengan platform bisa kehilangan modalnya.

Industry-best trading conditions
Credit bonus
up to 200% Credit bonus
Industry best trading
conditions Best conditions
Instant deposits
with 0 fees Instant deposits
Join now

Skandal

Krisis tersebut mengakibatkan beberapa kesalahan investasi yang krusial. Mereka menyebabkan beberapa skandal berturut-turut dan kerugian miliaran dolar bagi bank.

Salah satunya melibatkan Credit Suisse yang meninggalkan Greensill setelah meragukan nilai sebenarnya. Bank memiliki $ 10 miliar yang diinvestasikan dalam produk. Akibatnya, Greensill harus mengumumkan kebangkrutan.

Beberapa skandal lain terjadi satu demi satu meningkatkan spekulasi tentang krisis bank yang semakin dalam.

Harga Saham dan Kesehatan Bank

Dewan berusaha meyakinkan investor bahwa tidak ada ancaman bagi mereka. Bahkan harga saham yang turun dengan cepat tidak membahayakan kesehatan keuangan perusahaan. Kinerja saham sehari-hari tidak mencerminkan situasi sebenarnya, karena bank diyakini memiliki basis permodalan yang kuat.

Sepertinya Credit Suisse akan dibentuk kembali untuk memenuhi harapan jangka panjang investor dan pemilik. Namun, ini adalah sinyal bagi investor bahwa mereka mungkin mencari beberapa aset yang lebih andal. Para ahli telah memperingatkan trader untuk menghindari instrumen Eropa dalam waktu dekat.

Dalam situasi ini, investor lebih suka memiliki opsi trading yang lebih stabil dan andal. Jangan pernah mengabaikan diversifikasi portofolio dan solusi komprehensif yang dapat menjauhkan Anda dari risiko trading. Di sinilah copy trading bisa menjadi pilihan yang bagus. Pengguna dapat membentuk ratusan instrumen yang berbeda, menyempurnakan strategi mereka, dan meniru trading investor yang lebih berpengalaman.